The Peels Musik Rasa Indonesia Rilisan Singapore

Album The Peels At Panggong Negara (Foto Denny Sakrie)

Album The Peels At Panggong Negara (Foto Denny Sakrie)

The Peels At Hotel Singapore (Foto Denny Sakrie)

The Peels At Hotel Singapore (Foto Denny Sakrie)

Meskipun British Invasion menggelegar di era 60an, The Peels dengan berbasis band ternyata tetap memperathankan jatidiri bangsa.Nasionalisme mereka tidak luntur,bahkan ketika karya musik mereka dirilis di Singapore.Ini jelas terukir dalam beberapa piringan hitam The Peels yang direkam,dicetak dan dirilis di Singapore. Misalnya piringan hitam 7 inch EP 45 RPM bertajuk The Peels At Hotel Singapore merangkum lagu-lagu bernuansa Indonesia seperti Bung Dimana,Bengawan Solo,Tjintaku Padamu serta Nona Manis.Lihat juga album EP The Peels lainnya seperti The Peels At Panggong Negara yang berisikan lagu-lagu seperti Neng Geulis,Kerontjong Kemajoran dan Djumpa di Singapore.

Siapakah the Peels ?

The Peels adalah salah satu band kebanggaan Bandung yang berkiprah pada paruh dasawrsa 60-an,saat British Invasion masih menularkan demam panjang diseantero jagad.
Walau era bermusik “The Peels” tak panjang,tetapi band menjadi bagian penting perkembangan musik negeri ini yang memberi gaung ke negeri jiran: Singapore dan Malaysia. “The Peels”didukung oleh Benny Soebardja , Gumilang Kentjana Putra, Budhi Sukma Garna) dan Dedy Budhiman Garna terbentuk tahun 1966 seetelah era G30S PKI yang meresahkan.
The Peels lalu merambah Singapore di tahun 1967 saat keempat The Peels tengah berlibur. Saat bermuhibah itu The Peels diundang tampil dalamkonser bertajuk “Panggung Negara”. Karena respon publik bagus the Peels pun tampil lagi di event lain diantaranya seperti di Wisma House, National Theatre, “Hotel Singapura Intercontinental”,termasuk tampil di TV dan Radio Singapura.
Walhasil, “The Peels” pun ditawari bikin album rekaman.Lalu dirilislah debut album bersama penyanyi Karliana Kartasa G dengan tajuk “l The Peels By Public Demand in Singapore”.
Tak lama berselang The Peels diperkuat anggota baru yaitu yaitu Soman Loebis yang masih berusia remaja. . Dengan format kuintet The Peels dikontrak secara permanen oleh management restoran terapung Sea Dragon.
Saat itu The Peels belum banyak menggali lagu-lagu orisinal melainkan membawakan repertoar dari The Beatles, hingga yang beraroma blues John Mayall and Bluesbreaker, Jimi Hendrix .
Tak hanya di Singapore saja,The Peels mulai mernyusup ke Kualalumpur, Malaysia dengan bermain . Di Hotel Eldorado Night Club .
Tahun 1968 The Peels pulang ke Indonesia dan melakukan sejumlah konser di beberapa kota besar seperti Makasar, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya serta Bandung.Sayangnya karena terjadi friksi berupa benturan visi diantara personilnya akhirnya The Peels tutup buku di tahun 1969.

Denny Sakrie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s