Memburu Vinyl Iwan Fals

Piringan hitam promo album Iwan Fals "Sore,Tugu Pancoran" (Foto Denny Sakrie)

Piringan hitam promo album Iwan Fals “Sore,Tugu Pancoran” (Foto Denny Sakrie)

Piringan Hitam promo Iwan Fals dan KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) (Foto Denny Sakrie)

Piringan Hitam promo Iwan Fals dan KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) (Foto Denny Sakrie)

Konon sudah ada yang berani membeli piringan hitam ini dengan nilai nominal jutaan (Foto Denny Sakrie)

Konon sudah ada yang berani membeli piringan hitam ini dengan nilai nominal jutaan (Foto Denny Sakrie)

Piringan Hitam Promo Album Iwan Fals Sarjana Muda yang dirilis Musica Studios tahun 1981 (Foto Denny Sakrie)

Piringan Hitam Promo Album Iwan Fals Sarjana Muda yang dirilis Musica Studios tahun 1981 (Foto Denny Sakrie)

Galang Rambu Anarki adalah lagu yang menjelma menjadi hit Iwan Fals di tahun 1982 (Foto Denny Sakrie)

Galang Rambu Anarki adalah lagu yang menjelma menjadi hit Iwan Fals di tahun 1982 (Foto Denny Sakrie)

Setahun lalu Vincent Rompies mantan personil Club 80s menghubungi saya.Dia mengutarakan niatnya untuk mulai mengumpulkan piringan hitam.”Kalo cari piringan hitam Iwan Fals dimana ya ? Biasanya berapa duit ? ” kurang lebih demikian pertanyaan Vincent ke saya.

Lalu saya balas menjawab :”Wah……piringan hitam Iwan Fals sekarang memang agak sulit menemukannya.Rada rare0lah.Kalau pun ada,biasanya penjual atau pedagang piringan hitam bekas akan mematok dengan harga yang tinggi.Kadang sampai ke harga yang gak masuk akal”.

Dan kenyatannya memang demikian,nilai harga piringan hitam Iwan Fals yang dicetak oleh Musica Studios di sepanjang era 80an kini harganya melonjak tinggi ke langit.Saya masih ingat ada seorang pedagang piringan hitam bekas di Jalan Surabaya sekitar tahun 2006 mematok piringan hitam promo Iwan Fals bertajuk “Sais Pedati” dengan harga Rp.500.000. Si pedagang mungkin merasa pantas mematok harga sebesar itu mengingat vinyl tersebut dicetak dalam format 7 inch ,hal yang jarang dilakukan oleh Musica Studios.Toh dengan harga segila itu, ada saja orang yang rela membelinya.Mungkin mereka merasa pantas untuk membelinya dengan asumsi itu adalah barang langka yang sulit untuk dicari lagi.

Di era 80an hampir semua perusahaan rekaman di Indonesia termasuk Musica Studios sebetulnya sudah tidak lagi memproduksi album rekaman dalam bentuk vinyl atau piringan hitam.Tapi untuk mendistribusikan album album produksi mereka ke berbagai stasiun radio sebagai alat promosi,para label di Indonesia masih mencetak piringan hitam dalam jumlah terbatas.Biasanya untuk satu album,para label mencetak sekitar 1000 keping piringan hitam yang kemudian dibagi-bagikan secara gratis ke stasiun radio swasta yang berada dibawah naungan PRSSNI.

Beberapa stasiun radio malah tidakm memutar format piringan hitam tersebut karena nmereka merasa lebih praktis jika memutar atau mengudarakan lagu dengan menggunakan format kaset yang massal.Piringan hitam yang kerap disebut Promo Album itu akhirnya hanya disimpan di bagian kepustakaan atau diskotek radio yang bersangkutan.Di dalam piringan hitam tersebut biasanya tercantum tulisan “KHUSUS UNTUK RADIO TIDAK DIJUAL”.

Dan pada akhirnya pringan hitam promo itu toh dijual oleh pengelola radio ke Jalan Surabaya.Saya masih ingat album album promo tersebut oleh para pedagang di Jalan Surabaya di jual lagi dengan harga yang relatif murah antara Rp 3500 hingga Rp 5000.Saat itu memang belum merebak demam vinyl atau piringan hitam.

Harga piringan hitam promo ini mulai melonjak dan membumbung tinggi harganya sejak paruh era 2000an.Album-album yang dianggap berharga dan memiliki nilai kelangkaan yang tinggi,harganya bisa beberapa kali lipat.Dan yang membeli pun bukan hanya bangsa kita tapi bangsa asing yang kemudian mereka bawa ke negaranya masing-masing.Miris kan ?

Nah begitulah.Saya akhirnya pun mulai ikut membeli berbagai piringan hitam karya negeri sendiri.Piringan hitam Iwan Fals produksi Musica Studios mulai dari 1982 hingga 1987 itu saya beli per keping seharga Rp 100 ribu pada tahun 2007 di salah satu kios penjual piringan hitam bekas di Jalan Surabaya.Tadinya si pedagang mematok Rp 125 ribu perkeping, tapi karena saya beli lebih dari 10 keping, dia memberi diskon tipis hingga menjadi Rp 100 ribu.

Kini saya mendengar ada pembeli yang desperate mencari piringan hitam Iwan Fals dengan harga antara Rp 1 hingga 2 juta.Bukan main.

Advertisements

One thought on “Memburu Vinyl Iwan Fals

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s