Album Koes Bersaudara Selepas dari Penjara

Inilah album proto-rock Indonesia dari penggagas band dalam
sejarah musik pop Indonesia.Anger ! ini mungkin yang terasa
kuat dalam jejalan tema yang ditebar oleh 4 bersaudara Koeswoyo :
Tonny,Nomo,Yon dan Yok.
Mereka telah menguburkan harmonisasi romantik ala The Everly Brothers.
Saya melihat “kemarahan” John Lennon dalam raga Koestono Koeswoyo a.k.a
Tonny Koeswoyo.Apalagi pengalaman membebalkan dari rezim orde lama yang
menjebloskan merekan tanpa sebab musabab yang absolut ke dalam penjara.
Menyebabkan munculnya lagu lagu dengan lirik bernas.Sederhana tapi dalam.
Tenang tapi menghujam.Seperti gerakan kaum muda di belahan bumi barat sana,
Koes yang dikalungi dann dicap ngak-ngik-ngok, juga adalah anak muda yang
mati-matian melawan kemapanan yang melenakan.

Album pertama Koes Bersaudara yang dirilis Mesra Record di tahun 1967

Album pertama Koes Bersaudara yang dirilis Mesra Record di tahun 1967

Kegeraman dan kegarangan garage rock dasawarsa 60-an yang warna-warni
berbalut dalam 12 lagu yang termaktub di album dengan berwarna hitam dan
font Koes Bersaudara berbalur rona merah.Sebuah isyarat kemarahan,memang !

koes2.......................
.
Lihatlah cara bernyanyi Tonny Koeswoyo yang penuh riak sinis dalam “Poor Clown”.
Ini karya terbaik Tonny dalam mengungkap kemunafikan dalam frame badut-badut.
Juga simak kepolosan anak muda yang mengulas tanya tentang : keadilan
(hmmm…..lagu ini rasanya masih kontekstual dengan kondisi sekarang.Bravo !)
dalam “To The So called Guilties yang berarorama ala Del Shanon
(ingat lagu “Runaway” ?) :

When your heart’s down
And you sit in the front of court
The lawyers do something for you
They judge the right against the wrong
While you don’t know what happened behind
To the so called the guilties

Setidaknya ada 3 lagu berkonotasi penjara digurat Tonny di album ini.
Mulai dari kisah sang sipir penjara Glodok dalam “Voorman” ,
“Di dalam Bui” hingga “Mengapa Hari Telah Gelap”.
Deretan kata yang ditulis Tonny memang filosofis :
“Walaupun hidupku dikurung selalu
Tetapi aku tetap milikmu Tuhanku
(“Di Dalam Bui”)
Atau dalam lagu “Mengapa hari Telah Gelap”

“Disana ku pernah berada
Disana penyanyi sengsara
Mereka dihukum,hidupnya di kurung
Mungkin mereka akan digantung
Siang malam mereka berdoa
Semoga terang lekas datang
Menunjukkan jalan pada semua insan
Yang lupakan kebesaran Tuhan”

Dalam bait akhir,Tonny tak lupa mencelupkan nilai-nilai religi pula.

Jika ada yang melepas tanya siapakah pelopor protest song di negeri ini ?
Dan bila anda menjawab : Iwan Fals atau Slank.
Maka dipastikan anda belum memahami sejarah musik pop Indonesia.
Koes Bersaudara telah meniupkan sempritan start,pada fajar era Orde Baru.

TRACKLIST :

1.BINTANG MARS
2.DI DALAM BUI
3.THREE LITTLE WORDS
4.POOR CLOWN
5.APA SAJA
6.VOORMAN
7.UNTUKMU
8.MENGAPA HARI TELAH GELAP
9.BUNGA RINDU
10.LAGUKU SENDIRI
11.TO THE SO CALLED THE GUILTIES
12.HARI INI
.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s