Kami Tjinta Perdamaian – Panbers

Jauh sebelum Slank meneriakkan Piss dengan jari telunjuk dan jari tengah bersilbol V,4 bersaudara Hans,Benny,Doan dan Asido Pandjaitan yang tergabung dalam kugiran Panbers telah mencanangkannya dalam sampul album yang bernuansa rock.Di sampul depan mereka berempat tampil bertelanjang dada dengan sekujur kaki berbalut jeans.
Bahkan di sampul belakang terlihat Panbers tengah membelai instrumen sitar.Alat petik India yanvg konotatif dengan gerakan psychedelia pada akhir era 60-an .

Album debut Panbers Sound 1 Kami Tjinta Perdamaian

Album debut Panbers Sound 1 Kami Tjinta Perdamaian

Jika menyimak deretan lirik “Kami Tjinta Perdamaian” yang menjadi judul album,jelas Panbers tengah menilu perilaku anak muda mancanegara yang tengah doyan mengungkap atmosfer anti kemapanan dan memprotes Perang Vietnam dan Perang Perang Sia-Sia yang tengah merebak diberbagai belahan dunia.
Simak cuplikan liriknya :

Kami tjinta perdamaian
Kami rindu perdamaian
Bertahun kuharapkan
Tibamu kunantikan.
Tapi apa boleh buat,niat tulus Panbers mengangkat larik sosial tak bersambut.Khalayak ternyata lebih memilih “Achir Cinta”,sebuah lagu ratapan cinta yang introduksinya mengingatkan kita pada “Colour My World” nya Chicago.Untuk lebih mendramatisir batin yang terhujam sedih,Benny Panjaitan melakukan spoken pada bagian interludenya.
Dan tampaknya kelak ini menjadi trade mark Panbers untuk lagu “ratapan kasmaran”.
Namun walau menyergah dengan lagu lagu bernuansa maaf cengeng.Tapi Panbers berusaha pula untuk menulis lagu dengan koniotasi ingar-bingar seperti yang bisa tersimak pada lagu “Djakarta City Sound” yang riuh itu.Bahkan ketika lagu ini dibawakan di panggung maka si bungsu Asido tak kuasa menahan gejolak untuk berdiri diatas kursi drum bahkan berdiri diatas bass drum.
Walaupun dengan grammar seadanya,toh Panbers tetap mengimbuh sederet lagu dengan lirik berbahasa Inggeris,misalnya “Colour of Your Heart”,”No Tear For Farewell”,”Bye-Bye”,”Let’s Dance” atau “Haai”.Nah di lagu yang disebut terakhir tiba tiba menyusuo bunyi sitar yang selalu identik dengan kaum hippie atau gerakan psychedelic.Boleh jadi saat itu Panbers terpukau dengan susupan sitar yang dilakukan George Harrison dalam The Beatles atau susupan sitar yang tercium pada kelompok Shocking Blue dari Belanda.
Dan pengaruh Bee Gees serta Koes Plus dengan mudah pula terendus pada isi album ini.
Tapi lewat kerongkongan Benny Pandjaitan sebetulnya dari album perdana ini Panbers telah menemukan jatidiri yang sesungguhnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s