Romansa Alfian Dalam Piringan Hitam

Alfian adalah salah satu penyanyi pria Indonesia yang lekat dengan gaya romansa dalam sederet lagu-lagunya.Satu diantaranya adalah album  bertajuk “Jinak-Jinak Merpati”, yang dirilis label Remaco di sekitar tahun 1968. Album Alfian ini diiringi musik  Orkes Maryono pimpinan saxophonis asal Surabaya  Maryono itu, berisikan sederet hits seperti “Senja Di Pantai Sanur”, “Lisa”, Sabar Menanti” serta “Usah Tanyakan Daku”.

Disini Alfian tak hanya berdendang tapi ikut mengarang lagu.Setidaknya ada  8 lagunya dari album ini merupakan karya Alfian sendiri.
EP Relakan berisikan 4 lagu produksi Phillips Singapore

EP Relakan berisikan 4 lagu produksi Phillips Singapore


Kemampuan menulis lagu Alfian telah terlihat pada album terdahulu yang diiringi  Arulan pimpinan Yarzuk Arifien, hanya lagu “Andaikan” karya Harry Noerdie, yang terselip di antara tujuh lagu karya Alfian. Di album tersebut, Alfian berhasil mengedepankan sederet hits seperti  “Winda”, “Tiada Tangis Mengiringi Perpisahan”, “Relakan”,Kereta Malam,Relakan ,Terkenang dan “Dengarlah IBu”.Album ini ketika dirilis di Singpore justeru dipecah ke dalam dua album dengan format vinyl 7 inch .Pertama adalah “Andaikan”  dirilis di Singapore oleh label PopSounds Phillips tapi dalam format yang lebih kecil dan kerap disebut Extended Play (EP) berisikan 5 lagu yaitu Andaikan,Kereta Malam,Relakan,Terkenang dan Winda.

Kemudian pada vinyl 7 inch yang kedua terdiri atas 4 lagu yaitu masing masing Dengarlah Ibu,Relakan,Bimbangdan Tiada Tangis Mengiringi Perpisahan.

Album Extended Play (EP) Alfian bertajuk Andaikan yang direkam pada label PopSound Phillips Singapore

Album Extended Play (EP) Alfian bertajuk Andaikan yang direkam pada label PopSound Phillips Singapore

Jika kita menelusuri jejak karir musik Alfian, terutama semenjak awal pemunculannya pada tahun 1963, harus diakui Alfian memang  memiliki kekuatan dalam pola penulisann lagu-lagunya yang bercorak romansa .
 Diiring Orkes Rema Ria pimpinan Hasanudin, ketenaran sosok  Alfian pun bermuasal  dari lagu lagu karyanya seperti , “Terkenang Ibu”, “Mawar Merah”, dan “Maria”.
Dan kita pun akhirnya mengetahui bahwa karir bernyanyi  Alfian kian cemerlang lewat hits seperti  “Musafir Tjinta” karya  Zaenal Arifien dan “Oh Srikandi” karya Wedhasmara, dengan  iringan Orkes Zaenal Combo.
Bersama Zaenal Combo pula , Alfian sukses mempopulerkan lagu karyanya “Semalam di Tjianjur”, serta  “Sendja Di Kaimana” karya Surni Warkiman.
Pola lagu romanasa ala Alfian yang selalu menyertakan nama tempat berlanjut lagi ketika  Zaenal Arifien  menulis lagu bertajuk “Sebiduk di Sungai Musi”,Bahkan lagu romansa ini dianggap berhasil  membawa Alfian  ke jenjang teratas karir musiknya pada tahun 1966. Alfian lalu menghadirkan tema romansa dengan judul yang menggunakan nama tempat lagi seperti  lagu “Sungai Kahayan”  yang disusul dengan lagu-lagu romansa lainnya seperti  “Semalam Di Kota Bogor” yang ditulis Zaenal Arifien dan “Achirnya Kudapat Djuga” karya Jessy Wenas .
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s